Foto Panas dan Video Mesum Siswi SMU Pekalongan

Foto panas dan video mesum kembali marak di Pekalongan, kali ini yang menjadi korban adalah siswi sebuah SMU swasta di Pekalongan. Peredaran foto panas siswi SMU Pekalongan tersebut tidak bisa dibendung karena telah menyebar melalui handphone.

Saat ini pihak kepolisian tengah mendalami kasus foto panas tersebut untuk mencari tahu siapa pihak yang pertama kali mengedarkannya. Dalam foto tersebut seorang siswi yang masih berstatus siswi SMU terlihat sedang berbuat mesum dengan seorang pria yang diketahui adalah alumni dari SMU yang sama di Pekalongan.

Teknologi internet dan handphone yang sangat meningkat akhir-akhir ini membuat penyebaran foto-foto panas semakin mudah. Apalagi dengan semakin murahnya biaya data bandwidth yang memudahkan orang mengirim, menerima dan mengunggah foto tersebut ke internet. Kebanyakan yang menjadi korban adalah wanita yang belum tahu apa-apa atau terlalu percaya dengan pacarnya.

Keinginan mengabadikan saat-saat bermesraan dengan pacar menggunakan handphone canggih dengan resolusi yang tinggi membuat anak-anak sekolah ini rela bugil depan kamera.

Kamera yang begitu mobile membuat penggunaannya tidak lagi sebatas pada acara-acara seremonial. Setiap momen rasanya tidak lengkap tanpa di rekam. Semua orang ingin memiliki handphone kamera. Dari kalangan pengusaha sampai dengan siswa sma ingin mengunakan handphone kamera untuk memfoto momen pribadi mereka.

Semain maraknya adegan mesum dan foto panas di media internet saat ini tidak lepas dari perkembangan teknologi seluler. Foto-foto panas yang pada hakikatnya adalah area privat dan taboo menjadi pencarian paling tinggi di internet. Contoh kasus dapat dilihat di kasus peredaran video mesum dan foto panas Pekalongan.

Baru-baru ini, kembali sebuah foto panas seorang anggota DPR RI bersama sesoerang yang di duga sekretarisnya kembali marak di internet dan menjadi headline news di berbagai media TV dan media koran. Sebuah foto panas setengah telanjang anggota DPR RI tersebut tampak berpelukan mesra dengan sekretarisnya di sebuah kamar hotel.

Kebenaran foto-foto tersebut telah di akui oleh pakar Telematika, Roy Suryo. Menurut Roy foto-foto panas tersebut diambil sekitar tahun 2004 di sebuah kamar hotel atau wisma di Jakarta. Peredaran foto panas tidak saja terjadi pada orang dewasa. Puluhan bahkan mungkin ratusan orang anak sma telah menjadi korban foto bugil. Dari kabupaten Banyuwangi, Pekalongan, foto Makassar sampai foto seorang pramuniaga di sebuah toko.

Menghentikan peredaran handphone berkamera tentu bukan solusi menghentikan peredaran foto-foto panas di handphone. Seperti sebuah pesawat, teknologi tidak mungkin di rem apalagi di hentikan. Kapitalisasi pasar bebas menuntut perubahan drastis di masyarakat. Dan proses perubahan tersebut menimbulkan kerugian moral bagi bangsa ini.

Oleh karena itu, karena serbuan teknologi yang semakin canggih dan tidak bisa dihindari di Pekalongan maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan pehamanan anak-anak sekolah dengan memberikan pendidikan di bangku sekolah sejak kecil. Pemahaman terhadap cara kerja teknologi dan moralitas seharusnya mendapat perhatian yang lebih serius dari Pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat terutama di daerah Pekalongan.

Saat ini pihak berwajib masih menyelidiki kasus foto panas tersebut dan menghimbau warga Pekalongan terutama siswa dan siswi untuk lebih bijaksana dalam menggunakan teknologi. Supaya mengambil menfaat dari teknologi dan tidak terbawa arus yang negatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *